jusnan mokoginta
dr. Jusnan Mokoginta
jusnan mokoginta
dr. Jusnan Mokoginta

Kotamobagu, portalmongondow.com – Lahir dan besar dari keluarga yang memiliki tradisi politik cukup kuat, tidak lantas menjadikan dr. Jusnan Mokoginta MARS, langsung mengikuti rekam jejak sang Ayah, Almarhum J.C Mokoginta, untuk terjun ke dunia politik.

Birokrat yang dikenal cemerlang di bidangnya, yakni kesehatan ini, memang lahir dan besar dalam trah politik yang cukup kental. Ayahnya, Almarhum J.C Mokoginta merupakan mantan Ketua DPD Golkar Kabupaten Bolmong yang menjabat selama 13 tahun, dimana pada jamannya, Almarhum J.C Mokoginta banyak melahirkan politisi handal, semisal Marlina Moha Siahaan (MMS), mantan Bupati Bolmong dua periode, dari 2001 hingga 2011.

Namun demikian, kontras dengan Sang Ayah, sebagian besar karier dr. Jusnan, justru banyak dihabiskan di dunia birokrasi.

Dr. jusnan sendiri, yang kini menjabat Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bolmut, saat dijumpai sejumlah pewarta, Kamis (23/02/2017), kemarin, di kediamannya, desa Bintau, kecamatan Passi Barat, mengaku jika karirnya di dunia birokrat, memang merupakan dorongan sang ayah, yang begitu keras dalam mendidik anak-anaknya.

“Sebagai seorang politisi, ayah saya waktu itu menjabat Ketua DPRD Kabupaten Bolmong. Namun beliau tidak menghendaki kami, anak-anaknya untuk memanfaatkan posisi beliau sebagai pejabat. Ketika saya lulus menjadi dokter, Beliau justru meminta saya memulai karir di luar daerah,” kata Papa Fara, sapaan akrab dr. Jusnan, mengisahkan.

Permintaan sang ayah inilah, yang kemudian mengantarkan dr. Jusnan melanglang buana dan menghabiskan sebagian besar karirnya di luar daerah, terutama di wilayah Provinsi Maluku, dengan buah prestasi cukup bergelimang.

“Sekitar tahun 1999, saya ke Ambon, dan memulai karir sebagai Pegawai tidak Tetap (PTT),” ujarnya.

Sejak itu, karir birokrasinya mulai ditata perlahan demi perlahan, hingga mencapai puncak, dengan tetap berpegang teguh pada petuah sang ayah.

“Pesan ayah, jika ingin menolong orang yang kekurangan, jangan meminta bayaran. Alhamdulillah, dengan tetap memegang nasihat itu, suatu saat saya diminta oleh Bupati setempat, untuk menjadi Kepala Rumah Sakit di Namlea,” lanjutnya.

Selama berkarir di Maluku, banyak suka duka dilewati dr. Jusnan. Terlebih, saat itu, konflik horizontal tengah melanda tanah Maluku.

“Saat bertugas di Maluku, saya bahkan pernah ditugaskan ke daerah konflik, di pedalaman pulau Halmahera, diantaranya ke daerah Weda, Bicoli, dan Togura Ici, yang notabene berada di pedalaman, dan tengah mengalami konflik yang cukup hebat. Tapi itulah, namanya tugas, harus dijalani,” ungkapnya.

Meski meniti karir jauh dari kampung halaman, namun kecemerlangan dr. Jusnan selama bertugas di Maluku, rupanya ‘tercium’ juga hingga ke daerah. Siapa sangka, pada tahun 2009, dirinya tiba-tiba mendapat telepon dari Ir Taufik Mokoginta, yang saat itu menjabat Sekda Kabupaten Boltim. Oleh Taufik, dirinya lantas diminta kembali dan mengabdi di Boltim sebagai Kepala Dinas Kesehatan.

“Saat itu Boltim baru saja dimekarkan. Saya pun harus memulai dari nol. Namun, bersama rekan-rekan pegawai Dinkes lainnya, kami coba merintis secara perlahan. Alhamdulillah, salah satu hasilnya, yakni Puskesmas Modayag, yang saat ini sudah menjadi rawat inap dan memiliki alat operasi mata,” terangnya.

Tak hanya menunjukkan kinerja baik di Boltim, dr. Jusnan yang kemudian diminta mengabdi ke Kabupaten Bolmong Utara, pun kembali sukses menorehkan prestasi besarnya. Terbukti, di bawah kendalinya, dunia kesehatan Bolmut mengalami kemajuan pesat, yang ditandai dengan diraihnya predikat Kabupaten Sehat pada 2015 silam.

“Prinsipnya saya bekerja saja. Sebab hasil tentu tidak akan pernah mengkhianati usaha kita. Lebih dari itu, sebagai pimpinan di Dinas Kesehatan dengan ratusan pegawai, saya tidak pernah menempatkan mereka sebagai anak buah, melainkan rekan kerja. Makanya, kerja sama tersebut menghasilkan daerah Bolmut jadi Kabupaten Sehat di tahun 2015. Dan Alhamdulillah, saat ini sebagian besar puskesmas di Bolmut telah menjadi rawat inap dengan berbagai fasilitas yang memadai” urainya.

Berbekal berbagai prestasi yang sukses dicapai, baik di tanah Maluku maupun di wilayah Bolmong Raya sendiri, dr. Jusnan yang kini digadang maju dalam kontestasi Pemilihan Walikota Kotamobagu, 2018 tahun depan, pun menyatakan kesiapan dirinya jika dihendaki masyarakat.

“Tentu jika diinginkan, maka saya tidak akan menolak. Bagaimanapun, Kotamobagu merupakan bagian dari tanah kelahiran saya, dan segenap keahlian saya, harus juga diabdikan disini. Kalau di daerah lain saja, saya mengabdi, kenapa tidak dengan daerah kelahiran saya sendiri,” tuntasnya. (man)