pasien asal BMR
Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Drs Steven Kandouw, saat diwawancarai wartawan dalam kunjungannya ke Kotamobagu, Selasa (25/10/2016)
pasien asal BMR
Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Drs Steven Kandouw, saat diwawancarai wartawan dalam kunjungannya ke Kotamobagu, Selasa (25/10/2016)

Kotamobagu, portalmongondow.com – Melakukan kunjungan kerja di Kotamobagu, Selasa (25/10/2016), pagi tadi, Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Drs Steven Kandouw, mengungkap tingginya angka kematian warga Bolaang Mongondow Raya (BMR) dalam perjalanan ke Manado dengan tujuan berobat, entah karena sebuah penyakit kronis maupun karena kecelakaan.

Merujuk data di tahun 2015 lalu, menurut Kandouw, angka tersebut terbilang fantastis, yakni mencapai 186 jiwa meninggal sepanjang tahun.

“Tahun lalu, itu jumlah warga BMR yang meninggal dalam perjalanan untuk berobat ke Manado mencapai 186 jiwa, atau 1 jiwa setiap 2 hari,” ungkap Kandouw, saat diwawancarai para pewarta, usai menghadiri peringatan Hari Koperasi di Lapangan Kota Kotamobagu.

Dikatakannya, kondisi tersebut seolah mempertegas dibutuhkannya sebuah rumah sakit yang representatif di wilayah Bolaang Mongondow Raya, guna meminimalisir ketergantungan warga BMR dalam mendapatkan pelayanan kesehatan prima di Ibu Kota Provinsi Sulawesi Utara, Manado.

“Karena itulah Pak Gubernur sudah menargetkan tahun depan rumah sakit tipe B sudah harus ada disini (Bolmong Raya). Nanti kita keroyokan dananya, baik dari Kotamobagu, Provinsi hingga dana dari pusat,” sebut Kandouw yang saat diwawancarai, didampingi Walikota Kotamobagu, Ir Hj Tatong Bara.

Seperti diketahui, Pemerintah Kota Kotamobagu, di bawah kepemimpinan Walikota, Ir Hj Tatong Bara, saat ini terus berupaya meningkatkan status dan kapasitas Rumah Sakit Umum Daerah di Kelurahan Pobundayan, untuk bisa menjadi rumah sakit rujukan di wilayah Bolaang Mongondow Raya. Rencana inipun telah mendapat lampu hijau, baik oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, maupun oleh Pemerintah Pusat. (man)