Baliho milik Planet Surf, saat diturunkan paksa oleh aparat Satpol-PP Kotamobagu (foto : istimewa)
Baliho milik Planet Surf, saat diturunkan paksa oleh aparat Satpol-PP Kotamobagu (foto : istimewa)
Baliho milik Planet Surf, saat diturunkan paksa oleh aparat Satpol-PP Kotamobagu (foto : istimewa)

Kotamobagu, portalmongondow.com – Ini jadi pelajaran penting bagi para pelaku usaha yang hendak melakukan promosi produk lewat baliho, di Kotamobagu. Pasalnya, Pemerintah Daerah setempat tidak akan segan menurunkan baliho yang terpasang di wilayah tersebut, jika tanpa mengantongi izin apalagi enggan membayar pajak.

Terbukti, Senin (20/06/2016), kemarin, baliho milik salah satu produk fashion ternama, Planet Surf (PS), yang terpasang di sebelah Barat Rumah Sakit Umum Datoe Binangkang (RSUDB), diturunkan paksa aparat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) bersama Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD), lantaran dianggap melakukan ‘promo gratisan’.

Sebagaimana diungkap Kepala DPPKAD Kotamobagu, Rio Lombone, melalui Kepala Bidang Pendapatan, Hamka Daun, kelalaian pihak PS melakukan promo gratisan di Kotamobagu, ternyata bukan baru kali ini saja terjadi.

“Ini sudah yang ketiga kalinya dalam tiga tahun terakhir kami menurunkan baliho yang sama, sebab tidak membayar pajak ke pemerintah,” ungkap Hamka.

Menurut perhitungan pihaknya, dengan ukuran baliho yang dimiliki, semestinya pihak pemasang membayarkan pajak sebesar Rp 800.000,- per bulan ke Pemerintah Kota Kotamobagu.

“Baliho itu berukuran 4 x 8 meter. Sementara per meter yang wajib dibayar yakni Rp 25 ribu,” terangnya.

Namun demikian, pihaknya masih akan menyimpan baliho tersebut sebagai barang bukti jika sewaktu-waktu akan diambil oleh pihak pemasang sekaligus pemilik.

“Kalau mereka mau mengambil lagi, maka harus dibayar dulu tunggakan pajaknya,” tandasnya. (bt/man)