Abdul Rivai Mokodompit (ARM) saat diwawancari portalmongondow.com di Kantor DPRD Kotamobagu
Abdul Rivai Mokodompit (ARM) saat diwawancari portalmongondow.com di Kantor DPRD Kotamobagu
Abdul Rivai Mokodompit (ARM) saat diwawancari portalmongondow.com di Kantor DPRD Kotamobagu

Kotamobagu, portalmongondow.com – Mendatangi kantor DPRD Kota Kotamobagu bersama puluhan pemuda Kelurahan Gogagoman, Jum’at (24/06/2016), tadi malam, salah satu tokoh masyarakat Gogagoman, yang sekaligus mantan Anggota DPRD Kotamobagu, Abdul Rivai Mokodompit (ARM), mengungkap sejumlah keuntungan yang bisa didapat segenap warga masyarakat kelurahan tersebut dengan hadirnya pasar senggol di setiap tahunnya.

Menurut Om Ipe, demikian Dia biasa disapa, pasar senggol atau yang oleh Pemerintah Kota Kotamobagu disebut Bazar Ramadhan, memang memberi berkah tersendiri bagi segenap warga kelurahan Gogagoman.

Pasalnya, dengan kehadiran pasar musiman ini, sejumlah fasilitas penting kemudian bisa dihadirkan di kelurahan terpadat di Kotamobagu itu, secara swadaya.

Pasar senggol ini sangat bermanfaat. Hasil yang didapat dari pengelolaan pasar senggol dalam beberapa tahun belakangan, bahkan telah digunakan membeli sebuah lahan untuk pengadaan lapangan Gogagoman. Tentu yang merasakan manfaat ini adalah seluruh masyarakat Gogagoman sendiri,” ujar Om Ipe.

Atas dasar itu, mantan Legislator Kotamobagu periode 2009-2014 ini, kemudian berharap Pemerintah Kota Kotamobagu yang telah mengambilalih pengelolaan pasar senggol untuk tahun ini, akan tetap melibatkan kalangan Pemuda Gogagoman. Sebab, menurutnya, hasil dari pengelolaan pasar senggol tahun ini akan kembali digunakan untuk kelanjutan pembangunan mihrab yang tengah berlangsung di kelurahan tersebut.

“Termasuk untuk tahun ini, hasil dari pasar senggol direncanakan untuk melanjutkan pembangunan mihrab,” imbuhnya.

Pernyataan dirinya kemudian dikuatkan pengakuan Anggota Komisi II DPRD Kotamobagu, Fachrian Mokodompit, yang juga merupakan tokoh Pemuda Gogagoman.

“Memang rencananya seperti itu. Sebab, pembangunan mihrab yang tengah berlangsung saat ini, masih terdapat hutang sekitar Rp 40 juta rupiah, yang nantinya akan ditutupi melalui hasil dari pasar senggol ini. Selain itu, hasil pasar senggol juga pernah digunakan untuk membangun masjid. Jadi, saya kira pasar senggol ini, manfaatnya jelas dirasakan seluruh elemen masyarakat Kelurahan Gogagoman,” aku Politisi Muda Partai Golkar ini. (man)