Sehan Salim Landjar (kiri), mendampingi Ketua Umum DPP PAN, Zulkifli Hasan (kedua dari kiri)
Sehan Salim Landjar (kiri), mendampingi Ketua Umum DPP PAN, Zulkifli Hasan (kedua dari kiri)
Sehan Salim Landjar (kiri), mendampingi Ketua Umum DPP PAN, Zulkifli Hasan (kedua dari kiri)

Kotamobagu, portalmongondow.com – Resmi menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PAN Sulawesi Utara, usai dilantik langsung Ketua Umum DPP PAN, Zulkifli Hasan, Selasa (17/05/2016), pagi tadi, di Lapangan Olahraga Kelurahan Molinow, Sehan Salim Landjar, atau akrab disapa Eyang, bertekad menjadikan PAN sebagai partai terdepan di Sulawesi Utara.

Demi memenuhi apa yang menjadi tekadnya tersebut, Eyang bahkan telah mempunyai filosofi sendiri dalam menjalankan roda organisasi partai, yakni, filosofi memelihara kucing.

Bukan tanpa makna, filosofi tersebut, menurut Politisi yang juga menjabat Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim) ini, merujuk pada kesetiaan menjaga rumah yang memang menjadi sifat khas seekor kucing.

“Saya lebih memilih untuk memelihara kucing, yang meski tuannya sudah tidak ada, Ia tetap setia menjaga rumah. Jangan menjadi seperti anjing yang kemanapun tuannya pergi ia akan ikut, dan kemudian membiarkan rumah tidak terjaga,” ujar Eyang dalam sambutan di hadapan ribuan massa yang membanjiri lokasi pelantikan.

Eyang sendiri dalam kesempatan tersebut, mengajak seluruh elemen PAN di Sulawesi Utara, untuk merapatkan barisan guna mewujudkan harapan menjadikan PAN sebagai yang terdepan.

“Kita punya kader-kader yang berkualitas, untuk itu mari rapatkan barisan mewujudkan harapan bersama menjadikan PAN di Sulut sebagai yang terdepan dan so-PAN,” tandasnya.

Sementara Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan, usai melantik puluhan pengurus inti DPW PAN Sulut, mengingatkan seluruh kader untuk melaksanakan apa yang menjadi amanah rakyat.

“Saya berpesan kepada semua yang akan maju maupun belum akan maju dalam setiap pertarungan politik, kepada semua kader yang hadir maupun tidak hadir dalam acara ini, bahwa yang berkuasa itu rakyat. Yang berdaulat itu rakyat. Amanah bukanlah milik pribadi, maka laksanakanlah apa yang menjadi amanat rakyat, dan jangan pernah kecewakan rakyat yang telah memilih kita,” tegas Zulkifli. (iman)