Festival Kuliner Tradisional Mongondow di Kotamobagu, Rabu (25/05/2015), petang tadi.
Festival Kuliner Tradisional Mongondow di Kotamobagu, Rabu (25/05/2015), petang tadi.
Festival Kuliner Tradisional Mongondow di Kotamobagu, Rabu (25/05/2015), petang tadi.

Kotamobagu, portalmongondow.com – Mendemonstrasikan kemampuan memasak makanan tradisional khas Mongondow, dalam acara Festival kuliner Tradisional Mongondow di Kotamobagu, bertajuk ‘Pesona Indonesia’, Rabu (25/05/2016), petang tadi, di Lapangan Olahraga Kelurahan Sinindian, Kecamatan Kotamobagu Barat, Master Chef Nasional, Wiliam Gozali, menuai pujian sekaligus kritikan dari Walikota Kotamobagu, Ir Tatong Bara.

Dalam acara yang digelar sebagai rangkaian kegiatan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-9 Kotamobagu ini, Juara Master Chef Season 3, memilih untuk memasak ‘Ayam Sinorang’ sebagai bahan unjuk kebolehan di hadapan Walikota Kotamobagu, Ir Tatong Bara, serta Wakil Walikota, Drs Jainudin Damopolii, dan juga para peserta festival kuliner yang mengikuti lomba.

“Kita di Master Chef harus bisa membuat berbagai masakan, baik yang berasal dari dalam maupun luar negeri,” kata Wiliam, sebelum demo masak.

Dalam kesempatan itu, Wiliam sedikit berinovasi menunjukkan kemampuannya. Dimana, daging ayam sinorang yang biasanya tidak lagi digoreng, oleh Wiliam, digoreng terlebih dahulu.

“Memang setahu saya kalau disini ayamnya tidak digoreng dulu, melainkan langsung dimasak bersama bumbu yang ada. Akan tetapi, kenapa saya memilih untuk digoreng dulu, itu supaya bumbunya bisa lebih meresap, dan dagingnya akan lebih gurih. Tapi ini menurut saya ya, sekedar sedikit berinovasi saja,” terang pria lajang berusia 25 tahun.

Hasil masakan Wiliam ini, lantas mendapat pujian dari Walikota, Ir Tatong Bara, serta Wakil Walikota Jainudin Damopolii, yang berkesempatan mencicipi buah inovasi sang Master Chef. Namun demikian, bukan berarti karya Wiliam luput dari kritikan.

“Ini bumbunya terasa lebih menyatu dengan daging ayam, dan lebih gurih. Mungkin karena sudah digoreng lebih dulu. Akan tetapi, rasanya ini agak manis, sebab tadi sudah dicampur sedikit gula, sementara kita di Mongondow umumnya lebih menyukai masakan pedas. Makanya kalau orang Mongondow yang memasak, biasanya tidak ditambahkan gula,” kritik Tatong.

Selain ayam sinorang, Wiliam juga berbagi tips dalam menggoreng udang.

“Kalau menggoreng udang, bagusnya ditusuk dulu dari ekor hingga kepala, biar udang tidak bengkok saat digoreng,” terang Wiliam. (iman)