larangan berdagang
Kepala Dinas Satpol-PP Kotamobagu, Sahaya Mokoginta SSTP
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kotamobagu, Sahaya Mokoginta SSTP
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kotamobagu, Sahaya Mokoginta SSTP

Kotamobagu, portalmongondow.com – Wakil Ketua Komisi I DPRD Kota Kotamobagu, Hi Agus Suprijanta, Senin (11/04/2016), kemarin, menyatakan dukungannya untuk mempersenjatai personil Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP), dalam menjalankan tugas.

Baca : Agus Suprijanta Siap ‘Persenjatai’ Satpol-PP

Meski demikian, Kepala Satuan (Kasat) Pol-PP Kotamobagu, Sahaya Mokoginta SSTP, saat dihubungi terpisah portalmongondow.com, Selasa (12/04/2016), siang tadi, di ruang kerjanya, mengaku belum merasa perlu untuk membekali diri dengan fasilitas senjata api.

“Memang hal itu (fasilitas senjata api) dimungkinkan bagi kami. Dan aturan ini sebenarnya sudah lama. Tapi saya kira untuk saat ini belum perlu,” kata Sahaya.

Purna Praja IPDN ini mengatakan, kondisi sosiologis di Bolaang Mongondow Raya, termasuk Kota Kotamobagu, yang masih relatif kondusif dibanding daerah lainnya, memungkinkan pihaknya untuk mengambil langkah persuasif dalam menjalankan tugas di tengah persoalan kemasyarakatan.

“Melihat situasi Kotamobagu yang sementara ini masih tergolong kondusif, saya kira Satpol-PP masih bisa melakukan pendekatan-pendekatan persuasif dalam menyelesaikan setiap persoalan menyangkut ketenteraman dan ketertiban umum (Trantibum). Apalagi dalam menjalankan tugas, yang kami hadapi umumnya adalah masyarakat kita juga. Jadi, saya kira belum saatnya menggunakan senjata api,” terangnya.

Meski begitu, dirinya juga tidak menampik, jika dalam menjalankan tugas, pihaknya senantiasa diperhadapkan dengan berbagai resiko yang bisa saja memaksa pihaknya dalam mengambil tindakan tegas.

“Sebab tugas pamong umumnya berkaitan dengan Trantibum, maka tentu terdapat berbagai resiko yang bakal dihadapi sebagai konsekuensi atas tugas yang diemban. Namun kami berharap agar resiko seperti menghadapi perampokan dengan senjata api, sebagaimana banyak terjadi di daerah lainnya, itu tidak akan terjadi di Kotamobagu,” imbuhnya.

Secara khusus, Sahaya memberikan apresiasi atas dukungan Komisi I DPRD, terutama Wakil Ketua Komisi, Hi Agus Suprijanta, untuk mempersenjatai Satpol-PP.

“Terima kasih atas dukungannya. Tetapi untuk saat ini, kami belum akan mengajukan hal itu (senjata api, red) dalam usulan anggaran,” tandasnya.

Sebagaimana diketahui, dalam Permendagri Nomor 26 Tahun 2010, terdapat tiga posisi jabatan dalam struktur Satpol-PP yang diperbolehkan memegang senjata api, yakni, Kepala Satpol-PP, Kepala-kepala Bidang, serta Kepala Seksi Operasional. Adapun tiga jenis senjata yang diperbolehkan, antara lain, senjata peluru gas, semprotan gas, dan alat kejut listrik. (iman)