ilustrasi
ilustrasi
ilustrasi

Kotamobagu, portalmongondow.com – Penyerahan kewenangan pengelolaan Terminal Serasi dan Bonawang oleh Pemerintah Kotamobagu kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, bakal berkonsekuensi terhadap hilangnya potensi PAD hingga seratusan juta rupiah.

Dikatakan  Kepala Dinas Perhubungan, Kebudayaan, Pariwisata, Komunikasi dan Informasi (Dishubbudparkominfo) Kotamobagu, Moh Agung Adati, kehilangan potensi PAD tersebut, merupakan tantangan tersendiri yang harus dihadapi pihaknya.

“Memang, ada kehilangan potensi PAD Rp 80-100an juta. Dan ini merupakan tantangan tersendiri bagi pihak kami untuk menutupi angka-angka yang akan hilang nanti,” ujar Adati kepada portalmongondow.com, Jum’at (08/04/2016), petang tadi.

Untuk itu, Adati pun mengaku sudah menyiapkan sejumlah langkah strategis dalam upaya menutupi potensi PAD yang bakal hilang nanti.

“Tentu kami harus bekerja keras untuk bisa menutupi kehilangan potensi PAD yang bakal terjadi. Sejumlah langkah sudah kami siapkan, diantaranya dengan memaksimalkan lagi parkir jalan umum di sejumlah titik yang sudah ditentukan,” terangnya.

Meski enggan berspekulasi soal estimasi angka yang bisa dihasilkan, namun Adati optimis, pihaknya bisa menutupi potensi PAD yang bakal hilang dari Terminal Serasi dan Bonawang dengan memaksimalkan lagi retribusi parkir jalan umum.

“Estimasinya masih akan dikaji lagi. Tapi saya optimis, dengan memaksimalkan semua potensi yang ada, termasuk retribusi parkir jalan umum, target PAD akan tetap bisa kita capai secara keseluruhan,” pungkas mantan Kabag Humas Pemkot Kotamobagu ini. (iman)